July 18, 2024

Generasi Z sering diasumsikan sebagai generasi masa kini. Orang-orang yang lahir antara tahun 1997 sampai 2012 sering digambarkan sebagai Generasi Z. Jika dihitung, usia Generasi Z sekitar 10 – 25 tahun. Usia yang tergolong muda untuk memikirkan membeli atau membangun properti seperti rumah.

Usia 25 tahunan merupakan usia produktif dimana kalangan muda mencari pekerjaan. Banyak juga diantara mereka yang memulai bisnis pada usia tersebut. Karena pendapatan yang belum terlalu besar, kalangan muda lebih memilih untuk sewa rumah sementara menabung untuk membelinya.

Selain dari segi gaji, ternyata ada alasan-alasan lain yang membuat kalangan muda lebih memilih sewa rumah daripada membelinya.

1.    Harga beli tanah dan rumah yang mahal

Anda pasti tahu bahwa harga beli tanah tidak akan pernah turun. Apalagi jika tanah tersebut berada di kota besar seperti Jakarta Selatan. Pusat kota dengan segala fasilitas dan kemudahan yang ditawarkan menjadikan harga tanah di kota menjadi mahal.

Tidak hanya tanah yang harga belinya mahal, harga beli sebuah rumah pun juga melambung tiap tahunnya. Bangunan rumah baik yang berada di pinggir maupun pusat kota mempunyai harga beli yang sangat mahal. Hal ini sejalan dengan kenaikan harga tanah dan bahan bangungan.

Harga beli tanah dan bangunan rumah yang mahal menjadikan sewa rumah menjadi alternatif pilihan bagi kalangan muda. Mereka memilih sewa rumah dengan harga yang sesuai dengan kebutuhan dan pendapatan. Banyak diantara mereka yang sewa rumah dengan sistem pembayaran per tahun.

Pendapatan kalangan muda saat ini banyak dihabiskan oleh gaya hidup yang dijalani. Gaya hidup yang tidak seimbang dengan pendapatan membuat kalangan muda sulit untuk menyisihkan pendapatannya. Hal ini menyebabkan banyak kalangan muda yang belum mempunyai properti seperti rumah.

Tinggal di kota besar seperti di Bekasi, mengharuskan kalangan muda mengikuti gaya hidup orang kota. Dengan pendapatan yang tidak terlalu besar, mereka bisa mencari sewa rumah di daerah Bekasi sebagai alternatif pilihan tempat tinggal. Bagi kalangan muda dengan pendapatan UMR, membayar sewa 20 juta per tahun tidak terlalu memberatkan.

2.    Adanya aturan rotasi pekerjaan

Kalangan muda atau Gen Z banyak yang memulai karirnya dengan bekerja di perkantoran. Di perusahaan swasta maupun pemerintah ada sistem yang namanya aturan rotasi pegawai. Aturan rotasi pegawai diterapkan untuk pemerataan kemampuan pegawai di semua cabang perusahaan. Aturan ini membuat kalangan muda harus berpindah-pindah tempat kerja dari cabang perusahaan satu ke cabang yang lain.

Aturan rotasi pegawai menjadi salah satu alasan yang membuat kalangan muda lebih memilih sewa rumah daripada membelinya. Dengan sistem tinggal yang tidak tetap, membuat kalangan muda harus memutar otak untuk mendapatkan tempat tinggal secara cepat. Salah satu caranya adalah dengan sewa rumah.

3.    Tidak adanya komitmen pernikahan

Budaya nikah muda sudah lama ditinggalkan terutama bagi kalangan muda generasi Z. Dulu sangat umum menemukan orang yang menikah pada usia di bawah 25 tahun. Namun saat ini, menikah usia di bawah 25 tahun dianggap budaya kuno.

Usia di bawah 25 tahun dianggap sebagai usia yang belum siap dan mapan untuk berkomitmen. Untuk itu banyak kalangan muda yang menunda usia pernikahannya. Memilih untuk tidak memiliki komitmen membuat kalangan muda lebih senang untuk tinggal sendiri.

Tinggal sendiri dan berpindah-pindah membuat kalangan muda lebih menyukai sewa rumah. Jika sewa rumah terlalu mahal untuk dilakukan sendiri, Anda bisa mengajak teman yang berstatus sama (single) untuk sewa rumah bersama.

Dengan sistem sewa rumah bersama, Anda bisa berbagi biaya sewa dan hidup bersama teman satu hunian. Anda juga tidak akan merasa sendiri jika tinggal bersama dalam satu hunian bersama.

4.    Tujuan utama bekerja adalah mencari uang bukan mengumpulkan

Kalangan muda yang tidak memiliki pengetahuan akan manfaat investasi akan menghabiskan seluruh gajinya untuk kesenangan semata. Bagi kalangan muda apalagi yang berstatus belum menikah, memiliki sebuah aset seperti rumah bukanlah tujuan utama

Tujuan utama mereka bekerja adalah mencari uang yang nantinya digunakan untuk mencukupi gaya hidup yang dimiliki. Gaya hidup berpindah-pindah tempat dan menjelajah tempat-tempat baru dengan tujuan mencari jati diri.

Jarang sekali menemukan kalangan muda yang menyisihkan sedikit penghasilan mereka untuk mencicil sebuah rumah. Dengan jumlah penghasilan saat ini, menyewa rumah mereka anggap sebagai keputusan yang paling tepat.

5.    Ingin merasakan sensasi hidup di berbagai tempat

Kalangan muda saat ini suka bepergian ke tempat-tempat baru untuk menjelajahinya. Selain itu, pencarian jati diri juga menjadi alasan mereka suka bepergian ke berbagai tempat. Mereka ingin merasakan sensasi hidup di tempat baru.

Saat bepergian ke berbagai tempat, mereka akan menemukan gaya hidup yang berbeda-beda. Mereka juga akan mendapatkan pengalaman yang menarik dari tempat-tempat tersebut. Tidak sedikit kalangan muda yang menganggap bahwa hidup di pusat kota seperti Jakarta Selatan lebih menarik daripada tinggal di pedesaan.

Gaya hidup yang ditampilkan orang-orang di media sosial juga dapat mempengaruhi kalangan muda untuk menirunya. Sehingga, tidak heran jika hidup di kota lebih dipilih daripada di pedesaan. Gaya hidup orang kota dianggap lebih keren.

Untuk memuaskan hasrat hidup di kota, banyak kalangan muda yang sewa rumah di kota seperti Jakarta Selatan. Menemukan sewa rumah Jakarta Selatan 20 juta per tahun tidaklah sulit. Anda bisa memanfaatkan platform digital atau website yang ada di internet. Salah satu diantaranya yaitu Rumah.com yang memudahkan Anda mencari properti untuk disewa maupun dibeli.